Donor Darah Jadi Wujud Solidaritas di Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 di Balikpapan
RAKYATKALTIM.WEB.ID, BALIKPAPAN, – Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 di Balikpapan diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah aksi donor darah yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) di ruang Layanan Terpadu Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Kegiatan sosial ini melibatkan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Balikpapan, yang terdiri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), serta Balai Pemasyarakatan (Bapas). Tidak hanya itu, Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) juga turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi kegiatan tampak ramai dan penuh antusiasme. Para pegawai pemasyarakatan serta anggota PIPAS bergantian mengikuti proses donor darah yang difasilitasi oleh tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian insan pemasyarakatan terhadap sesama, sekaligus upaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas.
Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Edy Susetyo, menegaskan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti penting bagi mereka yang membutuhkan.
“Donor darah ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada sesama. Dalam setiap tetes darah terdapat harapan dan kesempatan hidup bagi orang lain,” ujar Edy Susetyo.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti donor darah, jajaran pemasyarakatan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam lingkup tugas dan fungsi, tetapi juga dalam kehidupan sosial.
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan bahwa donor darah juga memberikan manfaat bagi para pendonor. Selain membantu sesama, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memantau kondisi kesehatan tubuh.
“Donor darah juga baik untuk kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Dengan melakukan donor, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh, bahkan dapat mendeteksi adanya indikasi masalah medis tertentu sejak dini,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Secara khusus, Edy menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Balikpapan atas kerja sama dan kontribusinya dalam pelaksanaan donor darah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi seluruh jajaran, serta dukungan dari PMI Kota Balikpapan yang telah membantu menyukseskan kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para pegawai, baik dari Lapas, Rutan, maupun Bapas, serta anggota PIPAS, dengan sukarela mengikuti proses donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan antarpegawai, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan. Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus membangun citra pemasyarakatan yang lebih humanis dan peduli.(***)