Warga Desa Krayan Bahagia Bersama Koramil Long Ikis, Hijaukan Bantaran Sungai Lampi, Untuk Cegah Banjir
RAKYATKALTIM.WEB.ID, PASER, – Upaya pencegahan banjir terus digencarkan warga Desa Krayan Bahagia, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Bersama personel Koramil 0904-04/Long Ikis, Perangkat Desa, PKK dan masyarakat melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon di sepanjang bantaran Sungai Lampi, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam mengurangi risiko luapan air yang selama ini kerap merendam permukiman warga saat musim hujan tiba.
Penanaman pohon dilakukan di sepanjang kurang lebih tiga kilometer bantaran sungai yang masuk kategori titik rawan banjir. Setidaknya empat rukun tetangga (RT), yakni RT 01, RT 03, RT 04, dan RT 08, tercatat sebagai wilayah yang paling sering terdampak ketika curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut. Sungai Lampi yang melintasi desa itu kerap meluap akibat tingginya intensitas hujan serta berkurangnya daya serap tanah di sekitar aliran sungai.
Kepala Desa Krayan Bahagia, Iwan Himawan, mengatakan bahwa kondisi geografis wilayahnya memang membuat desa tersebut rentan terhadap bencana banjir. Permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai menjadi titik paling terdampak setiap kali hujan deras turun dalam durasi panjang.
“Wilayah kami, terutama yang berada di sepanjang bantaran Sungai Lampi, memang menjadi langganan banjir. Ketika hujan deras dengan intensitas tinggi turun, air sungai cepat meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, banjir besar pernah terjadi pada tahun 2022. Saat itu, banjir bandang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan desa yang menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, beberapa rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, sedikitnya tujuh rumah tercatat hampir setiap tahun terdampak banjir berulang.
Menurut Himawan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan penanganan darurat saat banjir terjadi, tetapi juga mulai fokus pada langkah mitigasi jangka panjang. Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah melakukan penghijauan di sepanjang bantaran sungai guna memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi.
“Penghijauan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin ini menjadi program berkelanjutan desa dalam meminimalisir risiko banjir. Dengan penanaman pohon, diharapkan akar-akar tanaman mampu menahan tanah dan meningkatkan daya serap air,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai jenis pohon ditanam, antara lain ulin, mahoni, dan trembesi. Ketiga jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki perakaran yang kuat serta daya tahan yang baik terhadap kondisi lingkungan di sekitar aliran sungai. Akar pohon diharapkan mampu mengikat tanah sehingga mengurangi potensi longsor maupun pengikisan tebing sungai.
Keterlibatan personel Koramil 0904-04/Long Ikis dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran TNI dinilai tidak hanya membantu secara fisik dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan semangat serta memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Himawan menyampaikan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Paser. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat program mitigasi bencana secara terintegrasi.
Ia menambahkan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat. Edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta merawat pohon yang telah ditanam juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang.
“Harapan kami, melalui penghijauan ini risiko banjir dapat berangsur menurun. Selain itu, lingkungan desa menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman untuk generasi mendatang,” tuturnya.
Warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut tampak antusias menanam bibit pohon secara bergotong royong. Mereka berharap langkah kecil yang dilakukan bersama ini dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat Desa Krayan Bahagia di masa depan.
Dengan adanya program penghijauan ini, Desa Krayan Bahagia menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa dalam menghadapi ancaman banjir tahunan.(yusran)