Kebakaran Hebat Jelang Subuh di RT. 07 Long Kali, Enam Rumah Warga Hangus Dilalap Api
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Long Kali, Paser, – Suasana tenang menjelang waktu salat subuh di RT 07, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran hebat melanda permukiman warga pada, Jumat (22/5/2026) dini hari. Kobaran api yang diduga berasal dari arus pendek listrik dengan cepat membesar dan menghanguskan sedikitnya enam rumah warga.
Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap. Api pertama kali diketahui muncul dari salah satu rumah warga sebelum kemudian merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Kondisi rumah yang mayoritas berbahan kayu membuat api dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Warga yang tersentak mendengar teriakan kebakaran langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat suasana di lokasi dipenuhi kepanikan. Sejumlah warga terlihat berusaha menyelamatkan barang-barang berharga seadanya, sementara lainnya mencoba membantu memadamkan api menggunakan alat sederhana.
Namun, keterbatasan peralatan dan cepatnya penyebaran api membuat upaya warga tidak mampu menghentikan amukan si jago merah. Dalam hitungan menit, api melalap rumah demi rumah hingga menyebabkan kerusakan parah.
Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Long Kali yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari tim pemadam kebakaran Kecamatan Long Ikis, Kuaro, hingga Penajam Paser Utara (PPU).
Sejumlah armada diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api yang terus membesar. Petugas bersama warga berjibaku selama beberapa jam untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke rumah lainnya. Setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 Wita.
Salah satu saksi mata, Zainur Yassir (45), warga Long Kali, menuturkan bahwa kebakaran berlangsung sangat cepat sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
“Api tiba-tiba sudah besar. Warga panik karena kejadiannya menjelang subuh saat orang-orang masih tidur,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu menjadi salah satu faktor api cepat membesar. Ditambah lagi jarak antar rumah yang berdekatan membuat kobaran api dengan mudah menjalar ke bangunan lain.
Akibat kejadian tersebut, enam rumah dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Banyak warga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka dalam musibah tersebut.
Usai kebakaran, para korban yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat terdekat sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Warga sekitar juga tampak bergotong royong membantu korban dengan memberikan makanan, pakaian, dan kebutuhan darurat lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya bantuan pemerintah yang tiba di lokasi kejadian. Hal itu karena peristiwa kebakaran baru saja terjadi dan petugas masih fokus melakukan pendataan terhadap para korban terdampak.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik dari salah satu rumah warga yang kemudian memicu kebakaran besar di kawasan permukiman tersebut.(userun)