Harga Tomat Melambung Tinggi, Stok Langka di Pasar Pandansari Balikpapan
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Balikpapan, – Setelah sebelumnya masyarakat dihadapkan pada kelangkaan cabai, kini komoditas tomat turut mengalami lonjakan harga yang signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan. Kenaikan harga ini bahkan mencapai Rp40 ribu per kilogram, dengan kondisi stok yang sangat terbatas di pasaran.
Pantauan di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, pada Jumat (3/4/2026) pagi menunjukkan aktivitas jual beli yang tidak seperti biasanya. Sejumlah lapak pedagang terlihat tidak menyediakan tomat, sementara beberapa pedagang yang masih memiliki stok terpaksa menjual dengan harga tinggi akibat terbatasnya pasokan.
Para pedagang mengaku hingga saat ini pasokan tomat belum kembali normal, baik dari petani lokal maupun dari daerah pemasok luar seperti Pulau Jawa. Keterlambatan distribusi ini disebut-sebut menjadi faktor utama yang menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat pasar.
Aminah (54), salah satu pedagang di Pasar Pandansari, mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapatkan kiriman tomat dalam beberapa hari terakhir. Kalaupun ada pasokan yang masuk, jumlahnya sangat sedikit dan dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari biasanya.
“Stok belum masuk. Kalau pun ada, harganya sudah mahal sekali, bisa dua kali lipat dari harga normal,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini mulai terjadi sejak beberapa hari setelah perayaan Idulfitri. Para pedagang yang masih memiliki stok sebelumnya dapat bertahan sementara, namun kini sebagian besar sudah kehabisan barang dagangan.
Tidak hanya pedagang, para pembeli juga merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Sejumlah warga mengaku terkejut karena harga tomat yang biasanya relatif terjangkau kini melonjak drastis. Bahkan, sebagian dari mereka memilih mengurangi pembelian atau mencari alternatif bahan lain untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Salah seorang warga menyebutkan bahwa kenaikan harga ini cukup memberatkan, terutama bagi rumah tangga yang bergantung pada bahan pokok untuk konsumsi harian.
Lonjakan harga tomat ini menambah daftar komoditas yang mengalami gejolak pasca-Lebaran, setelah sebelumnya cabai juga sempat langka di pasaran. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait stabilitas harga bahan pokok.
Padahal, menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Balikpapan sempat memastikan bahwa stok bahan kebutuhan pokok akan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa komoditas justru mengalami kelangkaan setelah Lebaran.
Hingga saat ini, para pedagang berharap pasokan tomat segera kembali normal agar harga dapat berangsur turun dan aktivitas perdagangan kembali stabil. Sementara itu, masyarakat juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi gangguan distribusi dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.(mn)