Forum Wartawan Borneo Resmi Dibentuk, Siap Kawal Aspirasi dan Pembangunan di Kalimantan
Balikpapan – Untuk mewadahi berbagai kegiatan masyarakat serta membuka akses informasi pembangunan yang dinilai masih belum tersampaikan secara luas ke publik, pemerhati sosial Balikpapan, M. Ali Amin, resmi membentuk Forum Wartawan Borneo (FWB) yang berkedudukan di Balikpapan.
Ali Amin menjelaskan, kehadiran FWB diharapkan mampu menjembatani aspirasi masyarakat dan mengangkat berbagai isu sosial yang dapat mendorong partisipasi publik dalam pembangunan di wilayah Kalimantan.
“Forum jurnalis Borneo ini seluruh anggotanya berasal dari kalangan jurnalis, yang kami nilai mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung partisipasi pembangunan,” ujarnya.
Ali Amin menilai bahwa selama ini masih banyak kegiatan, program sosial, dan upaya pembangunan, baik oleh masyarakat, lembaga swadaya, maupun pemerintah yang belum terekspos secara maksimal ke publik. Banyak informasi dari lapangan, terutama yang berasal dari wilayah pedalaman dan terpencil, tidak sampai ke masyarakat luas. Padahal, informasi tersebut penting sebagai bahan evaluasi, transparansi, dan dorongan bagi percepatan pembangunan.
“Kami ingin hadir sebagai jembatan. Agar suara masyarakat bisa terdengar, dan berbagai proses penbangunan dapat diketahui secara terbuka, ” ujar Selasa (25) 11/25).
FWB dibentuk dengan anggota yang seluruhnya berasal dari kalangan jurnalis. Menurut Ali, hal ini merupakan langkah strategis, mengingat jurnalis memiliki kemampuan dan jaringan untuk mendorong partisipasi publik sekaligus memberikan sorotan terhadap isu-isu sosial yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Jurnalis adalah mata dan telinga masyarakat. Dengan terbentuknya forum ini, kami berharap informasi yang selama ini tidak terangkat bisa ditemukan, diolah, dan dipublikasikan untuk kepentingan publik,” jelasnya.
Ali juga menegaskan bahwa FWB bukan hanya wadah profesi, tetapi juga wadah pengabdian. Jurnalis yang tergabung di dalamnya diharapkan mampu menjadi motivator perubahan, terutama dalam konteks pembangunan yang melibatkan masyarakat.
Sebagai langkah awal, FWB tengah menyiapkan deklarasi pengukuhan yang akan menjadi momentum resmi dimulainya pergerakan organisasi tersebut. Deklarasi ini rencananya dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pemerhati sosial, dan stakeholder terkait.
Melalui deklarasi ini, FWB ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam mengambil peran strategis dalam proses informasi pembangunan di Kalimantan, mulai dari isu sosial, lingkungan, hingga pengembangan masyarakat.
Salah satu visi terbesar FWB adalah memperluas jangkauan kerja hingga ke daerah-daerah pelosok yang selama ini kerap terpinggirkan dari arus informasi. Menurut Ali Amin, pembangunan yang merata harus disertai dengan pemerataan akses informasi.
“Banyak daerah yang sudah menjadi lokasi pembangunan, tetapi tidak ada yang meliput secara menyeluruh. Dengan hadirnya FWB, kami ingin memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dari sisi pemberitaan,” katanya.
Dengan menjangkau pedalaman, FWB berharap masyarakat dapat mengetahui perkembangan yang terjadi di daerah mereka sendiri, sekaligus memastikan adanya pengawasan publik terhadap proyek-proyek pembangunan.
Ke depan, FWB berencana membangun beberapa program, termasuk pelatihan jurnalistik untuk warga, kerja sama dengan lembaga pendidikan, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta membangun kanal komunikasi publik untuk menampung aspirasi masyarakat.
“Forum ini bukan hanya milik jurnalis, tapi milik masyarakat. Kami ingin menciptakan hubungan yang lebih dekat antara media dan publik,” tambah Ali.
Dengan terbentuknya Forum Wartawan Borneo, diharapkan peran media semakin kuat dalam mengawal pembangunan Kalimantan sekaligus memperjuangkan keterbukaan informasi yang berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.