Pengurus Afkot Balikpapan, Husin Maulana Tutup Usia, Taufik Qul Rahman Sampaikan Dukacita Mendalam.
Balikpapan,rakyatkaltim, – Duka mendalam menyelimuti jajaran pengurus Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Balikpapan. Salah satu sosok penting dalam organisasi tersebut, Husin Maulana,atau yang akrab disapa Maulana, meninggal dunia pada Rabu (26/11/25) dini hari. Kepergian almarhum yang terbilang mendadak meninggalkan luka mendalam bagi rekan kerja, sahabat, dan keluarga besar dunia olahraga Balikpapan.
Sebelum berpulang, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan selama empat hari. Ia mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan luka serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif. Selama dirawat, kondisi Maulana tidak pernah menunjukkan kesadaran penuh dan dinyatakan meninggal setelah tim medis menyatakan tidak ada lagi respons.
Ketua Afkot Balikpapan, Taufik Qul Rahman,menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Maulana. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok ramah, humoris, mudah bergaul dengan berbagai kalangan, dan kerap memberikan ide-ide cemerlang bagi perkembangan Afkot.
“Atas nama seluruh jajaran pengurus, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan ditempatkan di surga,” ujar Taufik, Rabu (26/11/25) .
Kabar duka ini tentu mengejutkan banyak pihak mengingat Maulana dikenal sebagai pribadi yang aktif, sehat, dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan olahraga.
Sejumlah rekan yang selama ini bekerja bersama Maulana juga memberikan kesaksian bahwa almarhum merupakan pribadi yang baik dan memiliki kontribusi besar untuk organisasi. Semasa hidupnya, Maulana dikenal aktif di berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan olahraga sepak bola.
“Almarhum dikenal ramah, humoris, mudah bergaul dengan siapa saja, dan selalu punya ide cemerlang untuk Afkot. Kami sangat kehilangan,” ujar, Bahtarudin Gareng, yang merupakan teman dekatnya.
Semasa hidupnya, Maulana dikenal aktif dalam berbagai komunitas dan organisasi olahraga. Ia bukan hanya sekadar pengurus, tetapi juga penggerak sekaligus motivator bagi banyak orang yang berkecimpung dalam dunia olahraga.
Ia juga tercatat sebagai salah satu pencetus Balikpapan All Star (BAS) pada masa awal pembentukannya, serta kerap berperan dalam memperkenalkan dan memajukan olahraga bola di Balikpapan. Sosok berusia 65 tahun ini dikenal luas di kalangan pengurus cabang olahraga di kota tersebut.
Peran Maulana dalam menghidupkan komunitas sepak bola kota ini tak dapat dipandang sebelah mata. Ia kerap terlibat dalam kegiatan pembinaan dan turut serta memperkenalkan olahraga bola Balikpapan ke berbagai tingkatan.
Raut sedih terlihat jelas dari keluarga, kerabat, sahabat, serta rekan-rekan organisasi yang hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU KM 15 Balikpapan. Banyak yang datang bukan hanya untuk memberikan penghormatan, tetapi juga untuk menunjukkan rasa kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini mereka hormati.
Jejak pengabdian Husin Maulana di dunia olahraga Balikpapan menjadi warisan yang tak akan mudah dilupakan. Rekan-rekannya percaya bahwa kontribusinya akan terus hidup lewat kegiatan olahraga, komunitas, dan generasi muda yang sempat disentuh oleh perannya.
“Maulana bukan hanya pengurus, dia adalah saudara bagi kami,” ucap Gareng saat hadir di pemakaman.(mn)