Pasar Selasa” Long Kali Memprihatinkan, Warga Harap Segera Direvitalisasi.
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Long Kali, Paser, – Kehidupan masyarakat di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, hingga kini masih dikenal dengan suasana kebersamaan yang erat. Nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan tetap terjaga dalam aktivitas sehari-hari warga. Namun, di tengah kuatnya solidaritas tersebut, terdapat persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, yakni kondisi Pasar Long Kali atau yang lebih populer disebut “Pasar Selasa”.
Pasar Selasa merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang hanya ramai setiap hari Selasa. Pada hari itu, kawasan pasar dipadati pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai pelosok Long Kali dan wilayah sekitarnya. Transaksi jual beli berlangsung sejak pagi hari, menghadirkan berbagai kebutuhan mulai dari hasil pertanian, ikan segar, sembako, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Secara geografis, pasar ini memiliki lokasi yang sangat strategis. Terletak di RT 02, tepat di pertengahan kota dan berdampingan dengan Sungai Long Kali yang luas, Pasar Selasa menjadi titik pertemuan aktivitas warga. Selain sebagai pusat perdagangan, pasar ini juga memiliki nilai historis karena telah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi saksi perkembangan perekonomian masyarakat setempat.
Namun sayangnya, kondisi fisik pasar saat ini sangat memprihatinkan. Sejumlah atap seng dilaporkan bocor dan sebagian dalam kondisi hampir ambruk. Ketika hujan turun, air merembes masuk ke area lapak pedagang sehingga mengganggu aktivitas jual beli. Tidak hanya itu, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk lantai pasar yang mulai retak dan tidak rata.
Kerusakan tersebut disebut telah terjadi sejak sekitar sepuluh tahun lalu. Hingga kini, belum ada renovasi atau perbaikan besar yang dilakukan. Akibatnya, kenyamanan dan keamanan pedagang maupun pengunjung menjadi taruhannya.
Penataan pasar juga dinilai masih semrawut. Karena keterbatasan ruang dan kondisi fasilitas yang kurang memadai, sejumlah pedagang terpaksa berjualan dengan kondisi seadanya.
Ketua RT 02, Zainur Yassir, yang juga berprofesi sebagai pedagang di Pasar Selasa, mengungkapkan bahwa harapan untuk perbaikan pasar sebenarnya sudah lama disuarakan warga. Namun, mereka mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme penyampaian aspirasi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Keinginan warga sudah lama agar ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki pasar ini. Kondisinya memang sudah cukup lama rusak, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya saat ditemui media, Selasa (3/3/2026).
Meski kondisi bangunan memerlukan perhatian, Zainur memastikan bahwa stok sembako menjelang Lebaran masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan harga yang signifikan di Pasar Selasa. Hal tersebut tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan hari raya.
Bagi warga Long Kali, Pasar Selasa bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan juga ruang sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Interaksi antara pedagang dan pembeli yang sudah terjalin bertahun-tahun menciptakan suasana kekeluargaan yang khas.
Terlebih menjelang hari besar keagamaan seperti Idul fitri, Pasar Selasa menjadi pusat keramaian utama. Masyarakat berbondong-bondong mencari kebutuhan lebaran, sementara pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan pendapatan.
Dengan peran strategis dan nilai historis yang dimiliki, warga berharap Pemerintah Kabupaten Paser dan instansi terkait dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi pasar. Renovasi dan penataan ulang dinilai penting agar Pasar Selasa dapat kembali menjadi pusat ekonomi yang aman, nyaman, dan tertata rapi.
Harapan masyarakat sederhana: menghadirkan pasar yang layak, aman dari risiko kerusakan bangunan, serta mampu menunjang aktivitas ekonomi secara optimal. Dengan perbaikan yang tepat, Pasar Selasa diyakini akan terus menjadi denyut nadi perekonomian warga Long Kali di masa mendatang.(use run)