Puncak Arus Balik Lebaran, Lalu Lintas Balikpapan Dipadati Kendaraan
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Balikpapan, — Suasana lalu lintas di Kota Balikpapan mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring berakhirnya masa libur Lebaran bagi perkantoran. Pada Selasa, 24 Maret 2026, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama terpantau padat, menandai puncak arus balik Idulfitri tahun ini.
Salah satu titik kepadatan terlihat di Jalan Soekarno Hatta KM 4,5. Di kawasan ini, kendaraan mengular baik dari arah Samarinda menuju Balikpapan maupun dari dalam kota yang mengarah ke luar daerah. Volume kendaraan yang meningkat tajam membuat arus lalu lintas bergerak lebih lambat dibandingkan hari biasa.
Kepadatan ini tidak hanya dipicu oleh masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk kembali bekerja. Sebagian warga juga masih memanfaatkan sisa waktu libur Lebaran untuk bersilaturahmi ke rumah kerabat. Aktivitas tersebut turut menyumbang lonjakan jumlah kendaraan di jalan raya.
Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi lalu lintas. Libur sekolah yang masih berlangsung hingga pekan depan membuat sejumlah destinasi wisata di Balikpapan dan sekitarnya tetap ramai dikunjungi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya mobilitas masyarakat di dalam kota.
Fenomena kemacetan saat momen Lebaran seperti ini bukanlah hal baru bagi warga Balikpapan. Setiap tahun, peningkatan volume kendaraan kerap terjadi, terutama pada masa arus mudik dan arus balik. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan aparat terkait dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, petugas dari kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah disiagakan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas mengatur arus kendaraan sekaligus memastikan situasi tetap kondusif selama periode arus balik.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan kemacetan. Penempatan petugas dilakukan melalui posko-posko terpadu yang didirikan bersama aparat kepolisian.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas dilakukan secara maksimal. Personel Dishub disiagakan selama 24 jam penuh, mulai dari menjelang Lebaran hingga puncak arus balik, guna memastikan kelancaran lalu lintas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kepadatan lalu lintas di Balikpapan dapat terkelola dengan baik, meskipun lonjakan kendaraan menjadi konsekuensi tak terhindarkan dari tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.(mn)