Dapat Dukungan Mayoritas, Abdulloh Siap Pimpin Taekwondo Kaltim
Teks: Abdulloh foto bersama Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota dan Kabupaten di Kalimantan Timur.
Rakyatkaltim.web.id, Balikpapan – Dukungan untuk Abdulloh sebagai calon Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kalimantan Timur periode mendatang terus mengalir. Hingga kini, tujuh dari sepuluh Pengurus Cabang (Pengcab/Pengkot) di Kaltim resmi menyatakan dukungan tertulis.
Adapun dukungan datang dari Pengkab Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, serta Pengkot Balikpapan dan Bontang. Dengan mayoritas suara di tangan, Abdulloh kini menjadi kandidat terkuat dalam bursa pemilihan Ketua Pengprov TI Kaltim.
Abdulloh menyambut dukungan tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Ia menyatakan siap menjawab kepercayaan ini dengan kerja nyata dan sistematis.
“Ini bukan sekadar kehormatan, tapi juga amanah. Saya siap membangun Taekwondo Kaltim secara berkelanjutan,” ujar Abdulloh.
Ia menekankan pentingnya sistem pembinaan atlet yang berjenjang, terstruktur, dan berbasis data, serta pemerataan akses latihan hingga ke daerah. Menurutnya, banyak potensi atlet di wilayah seperti Kutim, Berau, dan PPU yang belum tergarap optimal.
“Kita perlu fondasi yang kuat, bukan hanya dari sisi atlet, tapi juga pelatih dan manajemen. Pembinaan tidak boleh hanya terpusat di kota besar,” tegasnya.
Abdulloh juga menyoroti pentingnya penguatan karakter dalam olahraga. Menurutnya, Taekwondo bukan hanya ajang prestasi, tapi juga sarana pembentukan nilai hidup seperti disiplin, pengendalian diri, dan kerja keras.
Dalam visinya, Abdulloh ingin membangun organisasi yang terbuka dan partisipatif, dengan menjadikan seluruh Pengkot/Pengkab sebagai mitra strategis.
“Kekuatan kita ada pada kekompakan. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain. Semua setara, saling dukung, dan bergerak dalam satu visi,” ujarnya.
Abdulloh juga menyiapkan langkah untuk menggandeng pihak swasta dan pemerintah daerah guna memperkuat pembiayaan serta memperluas cakupan pelatihan dan kejuaraan.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan target besarnya untuk menjadikan Kaltim sebagai kekuatan baru di kancah Taekwondo nasional.
“Kalau provinsi lain bisa juara PON, Kaltim juga bisa. Kuncinya satu: kerja bersama. Tak ada yang mustahil,” pungkasnya. (*)