Pedagang dan Pembeli Keluhkan Lonjakan Harga Bahan Pokok di Balikpapan, Dampak Kenaikan Harga BBM.
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Balikpapan, – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu mulai memberikan dampak yang signifikan terhadap harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di Balikpapan. Beberapa komoditas utama, seperti gula, minyak goreng, dan beras, mengalami lonjakan harga yang membebani banyak warga, terutama mereka yang bergantung pada penghasilan tetap.
H. Baso Dallang (54), seorang pedagang kelontong di Pasar Pandang Sari, Balikpapan Barat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kenaikan harga BBM yang juga mendorong lonjakan harga barang. Menurutnya, harga gula sudah naik hampir 10 persen, sementara minyak goreng dan beras juga ikut merangkak naik.
“Semua barang pokok naik. Harga gula, minyak goreng, beras, semuanya mengalami kenaikan. Itu membuat daya beli masyarakat, terutama keluarga kecil, semakin tergerus,” ujar Baso, ditemui Jum’at (24/4/26).
Baso juga menambahkan bahwa dengan harga barang yang naik, para pedagang seperti dirinya terpaksa menaikkan harga jual.
“Kami pedagang juga dibebani oleh harga pasokan dari distributor yang semakin tinggi. Tetapi kami tidak ingin pelanggan kami mengeluh karena harga yang tidak terjangkau,” kata Baso, yang sudah lebih dari 20 tahun berjualan di pasar tradisional.
Di pasar, warga juga mulai merasakan dampaknya. Yanti (34), salah seorang pembeli, mengungkapkan rasa kagetnya dengan harga barang yang semakin melambung.
“Kami harus lebih selektif sekarang. Dulu bisa beli lebih banyak, sekarang terpaksa harus mengurangi. Bahkan ada yang terpaksa menunda beli barang seperti beras dan minyak goreng,” ungkap Rina.
Kenaikan harga barang-barang pokok ini memicu keresahan di kalangan masyarakat. Terutama bagi mereka yang mengandalkan penghasilan tetap, yang kini merasa semakin terhimpit oleh tingginya biaya hidup.
Para pedagang, termasuk Baso, berharap agar pemerintah dapat segera mengeluarkan kebijakan yang lebih konkret untuk menurunkan harga barang kebutuhan pokok.
“Kami mengerti bahwa kenaikan harga BBM sulit untuk dihindari, tapi kami berharap ada solusi agar harga-harga barang pokok ini tidak terus melonjak,” harap Baso.
Seiring dengan situasi ekonomi yang semakin sulit, banyak pihak berharap pemerintah dapat memberikan langkah-langkah yang lebih efektif untuk menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga barang pokok. Keberlanjutan ekonomi yang sehat sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan dasar tanpa merasa terbebani.(mn)