DPC Gardasikat Balikpapan Perkuat Legalitas dan Sinkronisasi Program Lewat Koordinasi dengan Kesbangpol
RAKYATKALTIM.WEB.ID, Balikpapan, — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pergerakan Pemuda Suku Asli Kalimantan (Gardasikat) Balikpapan terus memperkuat eksistensi dan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) melalui langkah konkret dalam penertiban administrasi serta penyelarasan program kerja dengan pemerintah daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 11.20 WITA, di ruang pertemuan kantor Kesbangpol Balikpapan.
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan legalitas organisasi tetap terjaga di tengah dinamika perubahan kepengurusan dan kebijakan yang terus berkembang. DPC Gardasikat Balikpapan menilai bahwa tertib administrasi bukan hanya sekadar kewajiban formal, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menjalankan aktivitas organisasi secara sah dan terstruktur.
Sekretaris DPC Gardasikat Balikpapan, Tommy, yang hadir bersama jajaran pengurus, menyampaikan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait mekanisme pembaruan data organisasi serta langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh ke depan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses administrasi organisasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keberadaan Gardasikat di Balikpapan tetap diakui secara resmi dan dapat terus berkontribusi secara optimal,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga disaksikan langsung oleh Ketua DPC Gardasikat Balikpapan, Zulkifli, sebagai bentuk komitmen pimpinan organisasi dalam mengawal proses konsolidasi dan pembenahan internal.
Rombongan Gardasikat diterima oleh Kepala Bidang Analis Hubungan Antar Lembaga Kesbangpol Balikpapan, Muhammad Bayu Septian. Dalam kesempatan itu, Bayu menegaskan pentingnya tertib administrasi bagi setiap organisasi kemasyarakatan yang beroperasi di wilayah Balikpapan.
Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi salah satu indikator utama dalam menilai keabsahan sebuah organisasi, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengakomodasi serta menjalin kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
“Organisasi yang memiliki administrasi tertib akan lebih mudah dalam berkoordinasi dengan pemerintah serta mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kesbangpol memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan, sehingga sinergi yang baik antara pemerintah dan ormas dapat terus terjaga.
Diketahui, Gardasikat Balikpapan sejatinya bukan organisasi baru. Ormas ini telah terdaftar sejak awal pembentukannya sekitar 18 tahun silam. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, terjadi berbagai perubahan baik dari sisi struktur kepengurusan maupun kebijakan internal organisasi.
Kondisi tersebut mendorong perlunya dilakukan pembaruan data dan administrasi sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan yang ada. Proses ini menjadi salah satu agenda utama dalam konsolidasi yang dilakukan oleh DPC Gardasikat Balikpapan.
Selain fokus pada aspek legalitas, dalam pertemuan tersebut Gardasikat juga memaparkan sejumlah rencana program kerja ke depan. Program-program tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta arah kebijakan pemerintah daerah.
DPC Gardasikat Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian nilai-nilai lokal.
Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota organisasi, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat Kota Balikpapan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Gardasikat dalam membangun organisasi yang profesional, akuntabel, serta mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai wadah pemuda suku asli Kalimantan.(mn)