Kebakaran Hebat Landa Desa Muara Adang, 45 Rumah serta Kendaraan Hangus di Lalap Sijago Merah.
RAKYATKALTIM.WEB.ID, PASER, – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di RT 03 Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 45 unit rumah warga hangus terbakar. Selain rumah, sejumlah kendaraan bermotor juga dilaporkan ikut dilalap si jago merah.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat berasal dari sebuah kios bahan bakar minyak (BBM) eceran milik Ketua RT 03.
Saat kejadian, suasana di sekitar lokasi cukup ramai karena sejumlah anak-anak sedang bermain petasan tidak jauh dari kios tersebut. Diduga, percikan api dari kembang api menyambar bahan bakar yang berada di kios hingga memicu ledakan kecil dan kobaran api yang dengan cepat membesar.
“Api tiba-tiba langsung besar dari arah kios BBM, tidak lama kemudian merembet ke rumah warga,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Kondisi bangunan yang mayoritas terbuat dari material kayu mempercepat penyebaran api. Ditambah lagi, jarak antar rumah yang berdekatan membuat kobaran api dengan mudah melompat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Dalam waktu singkat, kepulan asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah, mengatakan setelah menerima laporan warga, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) Kecamatan Long Ikis.
“Kami langsung menghubungi petugas damkar begitu mendapat informasi kebakaran. Karena api cepat membesar, kami juga meminta bantuan tambahan,” ujarnya.
Tak berselang lama, sejumlah unit mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain api yang terlanjur membesar, akses menuju lokasi kejadian cukup sulit karena sebagian rumah warga berdiri di atas pesisir laut dengan jalur yang sempit.
Petugas harus berjibaku selama hampir dua jam untuk menjinakkan api. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.20 WITA setelah dilakukan penyemprotan dan pendinginan di sejumlah titik.
Data sementara yang dihimpun menyebutkan sebanyak 45 rumah terdampak kebakaran. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 173 jiwa. Seluruh korban terdampak kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas umum terdekat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Selain bangunan rumah, sejumlah kendaraan bermotor milik warga turut terbakar. Hingga saat ini, nilai kerugian belum dapat dipastikan, namun ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Aparat terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Pemerintah desa bersama kecamatan juga tengah berupaya menyalurkan bantuan darurat bagi para korban, termasuk kebutuhan logistik dan tempat penampungan sementara.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan dasar kayu serta aktivitas yang melibatkan bahan mudah terbakar.(ys)